SEGENAP PENGURUS YAYASAN AZHARY DAN PENGELOLA BULETIN DAKWAH ALWAASIT MENGUCAPKAN "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H"   -- HOHON MAAF LAHIR BATHIN --  
 
Pencarian

cari di
 
Main Menu
Profile Al-Waasit
Pengelola & Alamat
Sirkulasi
Interaktif
Web Links
Buku Tamu
Rubrik
Kirim Artikel
Kontak Kami
Gallery Album
Kolom
Mudofir Abdullah MA
Muhayat Rusma Ady Lc.
Statistik Situs
Visitors :25469 Org
Hits : 69598 hits
Month : 965 Users
Today : 78 Users
Online : 2 Users
 
MUKADIMAH

Assalamu’alaikum wr wb

Sebagai bangsa relijius (pemeluk Islam terbesar di dunia), bangsa Indonesia memiliki potensi yang amat kuat untuk menjadi bangsa yang terdepan dalam berbagai bidang. Betapa tidak, dengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, nilai-nilai relijius yang hidup, sumber daya manusia yang baik, dan ideologi Pancasila yang mantap, semestinya dapat menjadi modal yang amat berharga bagi perwujudan cita-cita sebagai bangsa yang maju dan dihormati oleh negara-negara di dunia.

Namun, potensi-potensi itu kurang diberdayakan sehingga islam di indonesia belum mampu berkontribusi besar dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Pertanyaannya adalah mengapa nilai-nilai Islam yang sangat kaya dan berkualitas tidak mampu melakukan perubahan besar? Inilah pertanyaan yang sekiranya memerlukan jawaban segera dari kita semua yang merasa peduli dengan masa depan bangsa ini.

Islam sebagai salah satu potensi luar biasa yang dimiliki bangsa Indonesia, sejatinya bisa menjadi penopang bagi kemajuan bangsa. Disamping didalam Islam terkandung ajaran yang mampu memberikan beragam interpretasi atas berbagai bidang keilmuan termasuk interpretasi akan pentingnya peningkatan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (QS. 2]:31, QS.[57]: 25), Nilai-nilai moral ajaran Islam juga dapat berfungsi sebagai ‘pengawal’ atas kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi agar pada tingkat aksiologi iptek tidak justru menjadi penghancur bagi kelangsungan hidup manusia.

Jadi tidak ada kontradiksi diantara keduanya, bahkan gabungan dari keduanya ini akan saling memperkuat dan pada gilirannya nanti, dapat menjadi metode efektif mewujudkan kemajuan bangsa. Sehingga anggapan bahwa agama (baca: Islam) menjadi penghalang bagi sebuah kemajuan bangsa, jelas ini adalah pandangan atau faham sangat keliru. Ini hanya terjadi apabila Islam dipahami secara konservatif. Justru Islam bisa menjadi potensi luar biasa bila pesan-pesan moralnya ditangkap melalui optik yang progresif dan modern.

Ini bisa dicapai jika perubahan paradigma dalam memahami pesan moral Islam dilakukan dalam kerangka yang lebih terbuka dan mau mengakomodasi kemajuan-kemajuan yang terjadi di luarnya. Untuk itulah perlunya melakukan perubahan atau modifikasi metode dakwah Islamiyah yang selama ini diterapkan. Agar Islam mampu memberikan solusi dalam mengatasi problem-problem kehidupan manusia dewasa ini yang begitu luas kompleks. Maka penting disadari bahwa Islam tidak akan dapat diaplikasikan dengan sempurna apabila dipahami secara hitam putih.

Membuka pemikiran, wawasan dan pemahaman ke Islaman yang moderat itulah salah satu visi kami dalam menyuguhkan Islam yang rahmatal lil’alamin. Berbagai pemikiran-pemikiran dalam bentuk tulisan, ide dan gagasan itu kami tuangkan untuk memperkaya khasanah pemikiran keislaman yang begitu kaya akan pesan moral dan makna sebagai bahan atau materi dakwah yang disampaikan melalui media dakwah berupa buletin dakwah alwaasit ini.

Semoga kehadiran buletin dakwah alwaasit bermanfaat untuk kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia, umat Islam dan kita semua. Amin.

 

Pimred.

 



  Berita Hangat

Krisis Keuangan Global dan Konsep Ekonomi Islam
Rabu, 22 Oktober 08 - oleh : ALWAASIT EDISI 258 | 0   komentar

Beberapa pekan belakangan ini dunia dihadapkan pada persoalan krisis finansial.
Baca selengkapnya »


Mudik dan Penyadaran Sosial
Kamis, 16 Oktober 08 - oleh : Ahmad Rizky M Umar | 0   komentar

FENOMENA mudik menghangat lagi bila Lebaran tiba.Diperkirakan lebih dari 25 Juta orang di Indonesia melakukan tradisi ini dengan menggunakan media transportasi yang tersedia.


Baca selengkapnya »


Peranan Pemuda Mengembangkan Dakwah
Kamis, 16 Oktober 08 - oleh : Ishak, S.Ag | 0   komentar
“Sebaik-baik pemuda bukanlah yang mengandalkan bapaknya, melainkan pemuda yang mengatakan inilah diriku”


Kapan pun zamannya dan dimana pun tempatnya, bahkan sepanjang sejarah pemuda merupakan tiang penyan...
Baca selengkapnya »


Hidup Manusiawi dan Bersih Diri
Kamis, 16 Oktober 08 - oleh : DR HM HIDAYAT NUR WAHID MA | 0   komentar
SESUNGGUHNYA sikap hidup bersih menjadi profesional dalam setiap profesi sangatlah tidak mudah. Ada ungkapan, kalau kita membenahi satu rumah yang hampir roboh,hampir tidak mungkin kita tidak terkena debu atau terlempar pecahan bangunan rumah tersebu...
Baca selengkapnya »
Sinergitas Ulama, Umara Dan Umat
Kamis, 16 Oktober 08 - oleh : Watni Marpaung | 0   komentar
Dalam sejarah perjalanan umat Islam ketiga term di atas tidak pernah lekang dari sistem kepemimpinan dalam Islam. Sejak kepemimpinan Rasulullah di Madinah dapat dikatakan bahwa sudah terjalin hubungan yang harmonis diantara ketiganya yang sulit untuk...
Baca selengkapnya »
Sungkem di Hari Raya Idul Fitri
Kamis, 16 Oktober 08 - oleh : Habiburrahman El Shirazy | 0   komentar
Ketika hari Raya Idul Fitri tiba, ada satu budaya di Tanah Air kita, khususnya di Jawa yang patut kita lestarikan bersama, yaitu budaya sungkem.


Saat saya masih kecil dulu,setiap kali Idul Fitri tiba,ayah saya mengajak s...
Baca selengkapnya »


Filosofi Idul Fitri
Kamis, 16 Oktober 08 - oleh : Drs H Ibnu Djarir | 0   komentar
SEORANG budayawan terkenal Dr Umar Khayam (alm), menyatakan bahwa tradisi Lebaran merupakan terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat. Akh...
Baca selengkapnya »

Pengelola Alwaasit

Bulletin Online
Login
Username
Password

Register
Forgot Password
 
 
Bulletin Dakwah Alwaasit, Menyuguhkan Pemikiran Islam Moderat!
© Penerbit Pustaka Azhary - Yayasan Azhary - Jakarta 2007 - All Rights Reserved.