Assalamu’alaikum wr wb
Sebagai bangsa relijius (pemeluk Islam terbesar di dunia), bangsa Indonesia memiliki potensi yang amat kuat untuk menjadi bangsa yang terdepan dalam berbagai bidang. Betapa tidak, dengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, nilai-nilai relijius yang hidup, sumber daya manusia yang baik, dan ideologi Pancasila yang mantap, semestinya dapat menjadi modal yang amat berharga bagi perwujudan cita-cita sebagai bangsa yang maju dan dihormati oleh negara-negara di dunia.
Namun, potensi-potensi itu kurang diberdayakan sehingga islam di indonesia belum mampu berkontribusi besar dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Pertanyaannya adalah mengapa nilai-nilai Islam yang sangat kaya dan berkualitas tidak mampu melakukan perubahan besar? Inilah pertanyaan yang sekiranya memerlukan jawaban segera dari kita semua yang merasa peduli dengan masa depan bangsa ini.
Islam sebagai salah satu potensi luar biasa yang dimiliki bangsa Indonesia, sejatinya bisa menjadi penopang bagi kemajuan bangsa. Disamping didalam Islam terkandung ajaran yang mampu memberikan beragam interpretasi atas berbagai bidang keilmuan termasuk interpretasi akan pentingnya peningkatan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (QS. 2]:31, QS.[57]: 25), Nilai-nilai moral ajaran Islam juga dapat berfungsi sebagai ‘pengawal’ atas kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi agar pada tingkat aksiologi iptek tidak justru menjadi penghancur bagi kelangsungan hidup manusia.
Jadi tidak ada kontradiksi diantara keduanya, bahkan gabungan dari keduanya ini akan saling memperkuat dan pada gilirannya nanti, dapat menjadi metode efektif mewujudkan kemajuan bangsa. Sehingga anggapan bahwa agama (baca: Islam) menjadi penghalang bagi sebuah kemajuan bangsa, jelas ini adalah pandangan atau faham sangat keliru. Ini hanya terjadi apabila Islam dipahami secara konservatif. Justru Islam bisa menjadi potensi luar biasa bila pesan-pesan moralnya ditangkap melalui optik yang progresif dan modern.
Ini bisa dicapai jika perubahan paradigma dalam memahami pesan moral Islam dilakukan dalam kerangka yang lebih terbuka dan mau mengakomodasi kemajuan-kemajuan yang terjadi di luarnya. Untuk itulah perlunya melakukan perubahan atau modifikasi metode dakwah Islamiyah yang selama ini diterapkan. Agar Islam mampu memberikan solusi dalam mengatasi problem-problem kehidupan manusia dewasa ini yang begitu luas kompleks. Maka penting disadari bahwa Islam tidak akan dapat diaplikasikan dengan sempurna apabila dipahami secara hitam putih.
Membuka pemikiran, wawasan dan pemahaman ke Islaman yang moderat itulah salah satu visi kami dalam menyuguhkan Islam yang rahmatal lil’alamin. Berbagai pemikiran-pemikiran dalam bentuk tulisan, ide dan gagasan itu kami tuangkan untuk memperkaya khasanah pemikiran keislaman yang begitu kaya akan pesan moral dan makna sebagai bahan atau materi dakwah yang disampaikan melalui media dakwah berupa buletin dakwah alwaasit ini.
Semoga kehadiran buletin dakwah alwaasit bermanfaat untuk kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia, umat Islam dan kita semua. Amin.
Pimred.