Bulletin dakwah ALWAASIT adalah media dakwah Islamiyah independen yang keberadaanya berada dibawah naungan YAYASAN AZHARY.
Ide awal penerbitan buletin dakwah alwaasit sendiri bermula dari gagasan beberapa alumni mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Al Azhar Mesir. Diantaranya pimred Muhamad Tareeq Ramadhan Lc, MA (muhtarom), M. Tosiq Lc, M. Rusma Ady Lc, M. Rofik Lc, Heri Sucipto Lc, M. Fahri Lc, dan lain-lain. Dalam merrespons atas berbagai isu penting terkait dengan persoalan keagamaan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang notabene sebagai bangsa muslim terbesar di dunia.
Sebagai bagian dari anak bangsa sekaligus seorang intelektual muda muslim yang pernah diberikan kesempatan mengenyam pendidikan di luar Indonesia tentu merasa memiliki tanggungjawab untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan keilmuanya kepada masyarakat bangsa Indonesia terlebih umat Islam. Diantaranya adalah dengan aktif melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali geliat dakwah Islamiyah yang dirasa masih belum banyak mempengaruhi perubahan-perubahan besar pada umatnya. Penyebab diantaranya adalah Islam di Indonesia masih lebih banyak di pahami dan di implementasikan hanya pada aspek-aspek spiritualnya namun absen dalam aspek-aspek sosialnya.
Melalui Yayasan Azhary yang berdiri pada pertengahan tahun 2003 kami mengorganisir berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dakwah Islamiyah diantaranya berupa pendirian badan usaha dengan sub-sub usaha yang dapat berfungsi untuk menopang keberlangsungan proses dakwah agar tetap berjalan dan tidak bergantung kepada sumbangan donatur. Jadi sumber dana yang diperoleh selain diperoleh dari donatur, berbagai unit-unit usaha yang kami bangun selama ini dapat berfungsi efektif untuk memutar roda kegiatan kami ada maupun tidaknya donatur.
Puji syukur alhamdulilah, kini Yayasan Azhary telah memasuki tahun ke-limanya dengan berbagai prestasi dan kemajuan yang dibarengi dengan kritikan pedas bahkan ancaman mewarnai perjalanan ke-5 tahun kami.
Membuka pemikiran, wawasan dan pemahaman ke Islaman yang moderat itulah salah satu visi kami dalam mewujdukan Islam yang rahmatal lil’alamin untuk kemajuan bangsa Indonesia, bangsa muslim terbesar di dunia.
Dengan rasa tanggung kami baik sebagai hamba Allah maupun sebagai sebagai khalifatullah fil ardh (wakil Allah di muka bumi) yang dibarengi dengan kewajiban untuk ‘menyampaikan’ walaupun satu ayat. Kami bulatkan niat untuk untuk menggeliatkan dakwah Islamiah yang efektif. Agar pesan-pesan moral ajaran Islam yang luar biasa dahsyat dapat mengena dan diterima oleh masyarakat dengan baik. Untuk itu dibutuhkan sarana sebagai media yang dapat menjangkau semua kalangan. Bulletin dakwah alwaasit inilah Jawabanya. Bulletin yang terbit pada hari Jum’at dalam setiap minggu-nya telah beredar luas diberbagai kota besar di Pulau Jawa dan sebagian sumatra dengan oplah sekitar dua puluh ribu eksemplar (20.000 eks) pada setiap edisinya, dari yang pada awalnya hanya sekitar 500 eks.
Kini buletin dakwah alwaasit telah melewati edisi 230 dengan wilayah sirkulasi meliputi JABODETABEK, JAWA BARAT, JAWA TENGAH, JAWA TIMUR dan LAMPUNG. Semoga dimasa mendatang dapat menjangkau wilayah-wilayah lainya itu harapan kami.
Menerbitkan media buletin sebagai media dakwah secara continue hingga sampai pada Edisi 230 bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Berbagai tantangan, hambatan dan rintangan datang silih berganti seolah menguji niat baik dan ketulusan kita dalam mengelola media ini. Mulai dari perkara yang berkaitan dengan biaya, produksi (cetak, layout, materi, date line, dst) hingga persoalan distribusi. Bahkan yang tidak kalah peliknya adalah dalam menaggapi berbagai kritik dan saran. Masukan dari yang halus hingga yang kasar, kritikan dari yang santun maupun yang membangun, ancaman baik langsung maupun terselubung, hingga berbagai stampel dan tuduhan negatif yang dilontarkan kerap kami alami bahkan seperti sudah menjadi santapan kami setiap saat.
Kami sadar betul bahwa misi dan visi yang kami bawa walaupun ikhlas atas dasar murni ingin memajukan umat Islam melalui metode dakwah yang kami gunakan tidak mungkin dapat memuskan harapan serta keinginan semua pihak terutama umat Islam yang begitu beragam akan mazhab, faham dan golongannya. Oleh karena itu berbagai kritikan yang membangun sangat kami harapkan. Sedangkan pada tataran perbedaan pandangan pemahaman, kami akan sangat terbuka untuk melakukan dialog yang dengan berbagai pihak dalam kerangka mencari titik temu bukan memperlebar perbedaanya.
Bagi kami perbedaan adalah rahmat Allah swt yang dikaruniakan kepada bangsa Indonesia. Sebagai bangsa relijius ditambah kemajemukan latarbelakang masyarakatnya, serta kekayaan SDA yang melimpah, Indonesia adalah potensi luar biasa yang dapat menjadi mercusuar dunia sehingga setiap negara akan menghargai dan menghormati keberadaan Indonesia sebagai negara yang maju dan beradab.
Itulah yang membuat kami tetap bersemangat untuk berdakwah melalui media ini dengan berbagai persoalan yang menghadang di depan mata, dan itu semua kami anggap sebagai sebuah tantangan untuk kemajuan media ini, kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
wasalamu'alaikum wr wb