Dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928 atau 81 tahun yang lalu, kita perlu berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia yang berpenduduk 210 juta orang ini sebagai milik kita bersama. Indonesia adalah untuk semua golongan, yang merupakan berbagai komponen bangsa. Dengan mengibarkan panji-panji Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila kita perlu berjuang terus bersama-sama demi kepentingan seluruh rakyat, demi kesejahteraan dan kedamaian berbagai golongan suku, keturunan, agama, dan aliran politik. Wasalam - Redaksi-  
 
Pencarian

cari di
 
Main Menu
Profile Al-Waasit
Pengelola & Alamat
Sirkulasi
Interaktif
Web Links
Buku Tamu
Rubrik
Kirim Artikel
Kontak Kami
Gallery Album
Kolom
Mudofir Abdullah MA
Muhayat Rusma Ady Lc.
Statistik Situs
Visitors :65340 Org
Hits : 177529 hits
Month : 781 Users
Today : 64 Users
Online : 1 Users
Waktu Shalat

Kota Lain
 
Makna Kejujuran

Anak Malang
Bila kita terlalu sibuk bertengkar "membela" kebenarannya sendiri, siapa yang akan membela anak ini? [inspirasi: nesiabook]
 
Sungguh teramat sulit kejujuran ditemukan di tengah arus jaman yang penuh hiruk-pikuk cinta dunia. Cinta dunia atau hubb al-dunyā adalah pangkal kerakusan dan kehancuran. Cinta dunia menutup ruang suci dan spiritual di hati yang menuntun pada kejujuran. Jika ruang hati terkubur oleh cinta dunia, maka terkubur pula untuk mencintai yang lain, yakni: menicintai akhirat.

Menicinta akhirat adalah pangkal akhlak, pangkal kejujuran, pangkal kesederhanaan, dan pangkal kebaikan. Pendeknya pangkal taqwa. Taqwa adalah simbol penjagaan diri untuk tidak terperosok pada hal-hal yang menyimpang dan bertahan dalam kelurusan. Taqwa adalah derajat tertinggi seorang manusia di sisi Allah. Ini masuk akal karena dengan taqwa yang benar dan sejati, seorang anak manusia merasa terawasi oleh-Nya dan terus-menerus dalam ihsān (perbuatan baik). Ini berarti taqwa akan terus membentengi manusia untuk mencintai kejujuran dan membenci kebohongan dengan seluruh implikasi negatifnya.

Mencintai akhirat bukan berarti mengabaikan dunia. Dunia sangat perlu untuk menopang hidup layak dan mulia. Dunia bukan untuk dituhankan dan dipuja. Pemujaan kepada dunia akan menghilangkan spirit hidup bersahaja dan penuh kejujuran. Sebaliknya, pemujaan kepada dunia akan mendorong permainan kotor, kerakusan, persaingan tidak fair, dan ekses-ekses negatif lainnya. Itulah sebabnya, pemujaan kepada dunia sering menjadi penyebab kehancuran dan menjauhkan manusia kepada rasa hormat pada nilai-nilai yang lebih tinggi.

Secara historis, hancurnya peradaban di masa lalu disebabkan karena hilang nya akhlak dan kejujuran para pemimpinnya serta pengikutnya yang dalam konsep al-Qur’an disebut ingkar (lihat QS, 10:23 dan 29: 65). Keingkaran mereka kepada Tuhan dan hukum-hukum yang ditetapkan oleh-Nya diabaikan sehingga peradaban mereka tak dapat bertahan baik oleh bencana yang ditimpakan oleh Allah swt maupun karena perbuatan mereka (lihat pula QS al-Rum: 41). Bahkan Nabi Muhammad saw pernah menyatakan yang artinya, “Sebuah bangsa akan hancur jika akhlak bangsa itu telah rusak”. Socrates 800 tahun sebelumnya (sebelum Rasulullah) juga pernah mengatakan bahwa jika suatu bangsa telah memusuhi hukum, maka bangsa itu akan hancur. Pernyataan tersebut telah terbukti dalam kehancuran-kehancuran peradaban manusia.

Karena itu, kita harus selalu bercermin dalam kaca benggala sejarah. Kita tak boleh mengulangi kesalahan yang sama yang pernah dibuat manusia sebelumnya. Kita, sebaliknya, harus jujur pada dirinya sendiri. Manusia yang tercipta secara fitrah memiliki potensi untuk terus mencintai kejujuran dan mengimani Allah. Manusia-manusia semacam ini akan menyelamatkan masyarakat bangsa dari kematian massal secara konyol. Tetapi sayangnya, mengapa sejarah kehancuran itu sulit menjadi pelajaran bagi manusia modern, termasuk bangsa kita yang terus dirundung bencana dan pertikaian para pemimpin?



  Berita Hangat

Hakikat Ibadah Haji
Minggu, 29 Nopember 2009 - oleh : admin | 0   komentar
Saat ini sekitar 210.000 jemaah haji asal Indonesia tengah berada di Saudi Arabia. Kedatangan mereka ke baitullah (rumah Allah) bukan dalam rangka plesir, shoping, atau sekedar mengesahkan gelar H, Hj. didepan namanya. Lebih dari...
Baca selengkapnya »
Menyelami Kembali Makna Idul Adha 1430 H
Minggu, 29 Nopember 2009 - oleh : admin | 0   komentar
Hari Raya Idul Adha 1430 kembali hadir ditengah kisruh pelaksanaan sistem hukum yang terjadi di tanah air saat ini. Secara umum silang sengketa yang terjadi tersebut lebih banyak disebabkan oleh karena masing-masing pihak (aparat...
Baca selengkapnya »
Islam Moderat Sebagai Masa Depan
Senin, 16 Nopember 2009 - oleh : admin | 0   komentar
    Sekalipun Islam, secara prinsip, sama, tunggal, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat dalam kerangka ridha Allah, namun secara sosiologis Islam mewujud dalam bentuk warna-warni. Di dalam Islam, ki...
Baca selengkapnya »
Memanfaatkan Potensi Diri
Selasa, 03 Nopember 2009 - oleh : admin | 0   komentar

Apakah keberuntungan dan ketidakberuntungan bersifat permanen? Apakah ia merupakan takdir yang tak dapat diubah? Pertanyaan ini sangat penting bagi setiap orang. Jawaban atas ini akan menentukan gerak usaha yang dilakukan.

Baca selengkapnya »


Terorisme dan Upaya Penanggulangannya
Kamis, 29 Oktober 2009 - oleh : admin | 0   komentar
Pada dekade saat ini istilah terorisme begitu popular, melebihi popularitas istilah-istilah ilmiah yang terdapat dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Bahkan popularitas nama tokoh teroris atau yang disangka sebagai teroris bers...
Baca selengkapnya »
Refleksi Peringatan 81 Tahun Hari Sumpah Pemuda 1928
Kamis, 29 Oktober 2009 - oleh : admin | 0   komentar
TERORISME DAN SEMANGAT SUMPAH PEMUDA

Tanggal 28 bulan Oktober 81 tahun yang lalu para pemuda Indonesia yang berasal dari berbagai latarbelakang suku, bahasa, dan agama yang berbeda berkumpul dan bersatu dalam sebuah ko...
Baca selengkapnya »
Menemukan Hikmah Dibalik Reruntuhan Gempa
Senin, 12 Oktober 2009 - oleh : admin | 0   komentar

Setelah lebih dari sepekan pasca Gempa Bumi berkekuatan 7.6 SR yang menggetarkan Tanah Minang, kondisi darurat dibeberapa tempat berangsur-angsur membaik. Namun penderitaan, luka, duka dan trauma para korban masih menyelimuti kehid...
Baca selengkapnya »



Pengelola Alwaasit

Bulletin Online
Login
Username
Password

Register
Forgot Password
Kalender
Dari Situs Sebelah
<div style="background-color: 7FA912;"></div>
Berita Media
<div style="background-color: 7FA912;"><a href="http://www.rsspump.com" title="rss ticker widget">rss ticker</a></div>

<div style="background-color: 7FA912;"><a href="http://www.rsspump.com" title="rss ticker widget">rss ticker</a></div>

<div style="background-color: 7FA912;"><a href="http://www.rsspump.com" title="rss ticker widget">rss ticker</a></div>

<div style="background-color: 7FA912;"><a href="http://www.rsspump.com" title="rss ticker widget">rss ticker</a></div>
Link ALWAASIT
Aceh
Lampung
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Poso
Ambon
 
 
Bulletin Dakwah Alwaasit, Menyuguhkan Pemikiran Islam Moderat!
© Penerbit Pustaka Azhary - Yayasan Azhary - Jakarta 2007 - All Rights Reserved.